13 Juli 2009

Minggu ke 39


Hari ini, kandunganku 39 minggu. Mulai cemas karena c beby belum keluar juga. Malam kemarin suami dan mertuaku mulai ribut mengantar ke Rumah sakit, dikira mau melahirkan, soalnya kata bidan udah mulai ada pembukaan tapi anehnya ga ada kontraksi. Hasilnya, dokter malah nyuruh pulang lagi. Masih lama katanya. Di rumah, mama juga mulai cemas, terus menelpon, menanyakan apa aku mau ditemani ketika melahirkan, tapi aku menolaknya dengan alasan takut malah bikin mama jadi stres. Ibu mertuaku bilang mungkin sebaiknya mama dikasih tau kalo bayinya sudah keluar aja biar ga panik.

Kalo bebinya lahir minggu depan, artinya usia kehamilanku 40 minggu, atau sepuluh bulan. Padahal aku berharap bisa mengandung selama 38 minggu tapi ya mungkin harus begini. Aku sempet tanya ke mama soal itu, tapi katanya ga apa-apa soalnya aku dulu juga dikandung selama 40 minggu, mungkin c bebi pengen kayak mommy nya.

Waktu di Rumah Sakit sempet juga siy konsultasi sama dokter, gimana kalo setelah 40 minggu bayinya belum keluar. Dokter bilangnya, ditunggu dulu seminggu, kalau masih belum keluar juga, nanti dievaluasi kondisi bayi dan ibunya, baru dilakukan induksi, kalau itu belum berhasil juga....yah ga ada pilihan lain kecuali sesar. Sejak semula aku memang tidak pernah merencanakan persalinan sesar, apalagi suami yang ngotot tetep pengen persalinan anak kami dilakukan senormal mungkin. Kecuali, kalau keadaan sudah benar-benar darurat baru sesar. Alasannya karena dia pengen punya anak banyak, kalo sesar kan artinya paling banyak punya anak 3 padahal dia pengen punya anak lebih dari lima, atau minimal lima katanya. hufffffffpp....capeee......

Hari ini, sejak pagi udah mulai agak mules, tapi mungkin cuma kontraksi palsu jadi ga terlalu berharap. Tapi senengnya hari ini suamiku ga masuk kantor, kalau pun lahiran sekarang kan ga usah repot bolak-balik pulang.....



Salam,


26 April 2009

My Husband is my best friend...

Setiap orang pasti memiliki teman terbaik dalam hidupnya..
Tapi, terkadang aku merasa begitu heran dengan diriku...
Begitu banyak teman yang ku miliki, tapi hanya sedikit yang benar2 kusukai.. karena aku agak tertutup dan pemilih, agak eksklusif, dan menghindari ikatan emosional yang terlalu jauh. Meski begitu, aku selalu yakin bahwa setiap orang yang bertemu denganku pasti akan berfikir bahwa aku adalah orang yang sangat ramah dan lembut. 

Dengan segala kekurangan yang kumiliki, tentunya membuatku memiliki hanya sedikit teman terbaik. Parahnya lagi, setelah menikah..aku berpisah jauh dari mereka...
Untungnya, semua itu tidak membuatku sedih... yang terpenting kami masih bisa berkomunikasi dan masih berhubungan baik. Terlepas dari semua itu, bukan karena aku jauh dari mereka, juga bukan karena aku tidak sanggup menjalin pertemanan yang baru, namun satu hal yang pasti bahwa bagiku suamiku adalah temen terbaik pernah yang kumiliki.

Agak sulit memang mendeskripsikannya...
yang jelas bahwa...terkadang, tidak semua orang menggap ikatan pernikahan itu mampu menjadikan 2 orang yang berbeda menjadi sebuah partner yang baik. Entahlah...setiap orang mungkin akan memiliki definisi yang berbeda dalam memandang hubungan yang terjalin antara dia dan pasangan hidupnya. Tapi bagiku, aku selalu merasa bahwa suamiku adalah teman terbaikku...lebih dari sekedar teman tidur, lebih dari sekedar teman di meja makan...Bagiku, dia lebih dari segalanya.... dan tentunya, dengan sebuah harapan yang besar... kami selalu berharap akan menjadi teman tidak hanya di dunia, tapi juga di akhirat kelak...
Amiiiin...
Doa ku, Semoga Alloh selalu mempersatukan kami dalam kebaikan, dalam ikatan pernikahan yang penuh berkah dan rohmah....
Tiada daya dan upaya, hanya Engkau yang menggenggam kehidupan kami, Ingatkanlah apabila kami lupa atau khilaf, atau bermaksiat kepada-Mu...

Each Days I Love You....

Setiap detik saat menatapnya....aku selalu merasa, mungkin itu adalah saat-saat terakhir...bersamanya.

Tak ada yang pernah tahu berapa lama umur kita... itulah kenapa aku selalu berusaha menunjukan seberapa dalam perasaanku untuknya....

Dalam setiap tatapannya, sentuhannya dan kecupannya aku pun merasakan hal yang sama darinya......
Tentu, sebagai seorang perempuan dan seorang istri aku merasa begitu dihargai dan dicintai olehnya....

Terima kasih sayangku...
Kutinggalkan semua orang yang kusayangi, kuikuti kemana pun kau pergi...
Aku tak membutuhkan siapa pun lagi, cukup kau yang akan melengkapi segalanya...

each days...I love u...."